News

60 Juta Transaksi Judi Online di Indonesia Senilai Rp 101 Triliun

Kepala PPATK melaporkan bahwa terdapat 60 juta transaksi judi online di Indonesia dengan total dana yangterlibat melebihi Rp 101 triliun di kuartal tahun ini

Featured-Image
Ilustrasi (Unsplash/rupixen)

Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) melaporkan bahwa terdapat 60 juta transaksi judi online di Indonesia dengan total dana yang terlibat melebihi Rp 101 triliun ($6,15 miliar) di kuartal pertama tahun ini.

Ia mengungkapkan data mengejutkan ini dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan pada hari Rabu.

"Dalam kuartal pertama tahun ini, kami menemukan transaksi judi online yang mencapai lebih dari Rp 101 triliun. Jumlah total transaksi yang telah kami analisis sejauh ini mencapai 400 juta. Tahun ini saja, hingga kuartal pertama, ada 60 juta transaksi," kata Ivan.

Judi adalah kejahatan menurut hukum Indonesia, yang dapat dihukum hingga enam tahun penjara.

Ivan menyoroti pertumbuhan pesat judi online di Indonesia sejak tahun 2017. Pada tahun itu, PPATK mencatat aliran dana judi online sebesar Rp 2,3 triliun. Angka ini terus meningkat secara signifikan pada tahun-tahun berikutnya, mencapai Rp 3,9 triliun pada 2018, Rp 6,5 triliun pada 2019, dan Rp 15,7 triliun pada 2020. Lonjakan paling mencolok terjadi pada 2021, dengan total aliran dana sebesar Rp 57 triliun.

Tren pertumbuhan yang mengkhawatirkan ini berlanjut hingga tahun 2022 dan 2023. Pada 2022, aliran dana untuk judi online mencapai Rp 140 triliun, sementara pada 2023 sedikit menurun namun masih mencapai angka yang mencengangkan yaitu Rp 127 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa judi online semakin mengakar dalam masyarakat Indonesia.

Sebagai tanggapan, pemerintah melakukan klasterisasi data berdasarkan demografi dan geografi untuk menganalisis peserta judi online. Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang profil pemain dan pola distribusi, serta merumuskan langkah-langkah penanggulangan yang lebih efektif.

"Kami bahkan telah memetakan hingga tingkat kecamatan dan desa, sehingga kami tahu provinsi mana yang memiliki aktivitas terbanyak. Kami juga telah mengidentifikasi jenis kelamin dan profesi hingga tingkat desa. Profesi juga telah kami petakan," kata Ivan.

Bukan hanya masyarakat umum yang terlibat. Ivan mengungkapkan bahwa setidaknya 1.000 legislator terlibat dalam aktivitas judi online, dengan total deposito mencapai Rp 25 miliar.

"Apakah legislator pusat dan daerah terlibat? Ya, lebih dari 1.000 orang terlibat," Ivan mengonfirmasi.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah meluncurkan tindakan keras terhadap judi online dengan membentuk satuan tugas antar-lembaga untuk melacak dan menutup situs web judi, membekukan akun mereka, dan menangkap tersangka pelaku judi. Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan edukasi dan kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online, serta memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap aktivitas ini.

Selain itu, PPATK akan terus bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk memperketat pengawasan terhadap transaksi mencurigakan yang terkait dengan judi online. Langkah ini diharapkan dapat memutus aliran dana ke aktivitas ilegal tersebut dan mengurangi dampak negatifnya terhadap masyarakat.

No comments yet. Start the discussion

Related

TrendingMore