News

Pegi Setiawan Bebas, Keluarga Korban Kecewa dan Marah

Keluarga korban pembunuhan Vina dan Eki, yang terjadi pada tahun 2016 di Cirebon, mengalami kekecewaan mendalam setelah pengadilan membebaskan Pegi Setiawan

Keluarga korban pembunuhan Vina dan Eki, yang terjadi pada tahun 2016 di Cirebon, mengalami kekecewaan mendalam setelah pengadilan membebaskan Pegi Setiawan, tersangka utama kasus tersebut. Kebebasan Pegi diputuskan dalam sidang praperadilan yang digelar pada Juni 2024, di mana hakim menyatakan bahwa bukti yang diajukan oleh polisi tidak cukup kuat untuk menahan Pegi.

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula pada tahun 2016 ketika Vina dan Eki ditemukan tewas di Cirebon. Penyelidikan awal mengarah kepada delapan tersangka, yang kemudian ditahan dan diadili. Namun, dalam pemeriksaan mereka, delapan tersangka tersebut mengaku ada tiga pelaku tambahan yang belum tertangkap, salah satunya adalah Pegi Setiawan. Pada Mei 2024, Pegi ditangkap di Bandung dan dijadikan tersangka utama dalam kasus tersebut.

Sidang Praperadilan

Sidang praperadilan untuk Pegi Setiawan diadakan pada 24 Juni 2024. Sidang ini dihadiri oleh banyak warga Cirebon yang mendukung kebebasan Pegi, bahkan menandatangani petisi dan memasang spanduk di Jembatan Talun sebagai bentuk solidaritas. Kuasa hukum Pegi, Toni RM, menyatakan keyakinannya bahwa Pegi akan bebas karena bukti yang dimiliki polisi sangat lemah​ (matapantura.republika.co.id)​.

Kekecewaan Keluarga Korban

Keluarga Vina dan Eki sangat kecewa dengan keputusan pengadilan. Mereka merasa bahwa keadilan belum tercapai dan menyatakan kekecewaan mereka terhadap proses hukum yang dianggap tidak adil dan kurang transparan. Menurut mereka, kebebasan Pegi adalah tamparan bagi perjuangan mereka selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keadilan bagi Vina dan Eki. Mereka juga mengkritik polisi yang dianggap tidak serius dalam menangani kasus ini sejak awal.

Reaksi Publik

Kebebasan Pegi Setiawan juga menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Banyak yang mendukung keputusan pengadilan, menganggap Pegi tidak bersalah dan menjadi korban tuduhan yang tidak berdasar. Namun, ada juga yang merasa simpati terhadap keluarga korban dan menilai bahwa keadilan belum benar-benar ditegakkan.

Kasus ini menunjukkan kompleksitas dalam sistem peradilan, di mana bukti yang tidak kuat bisa menyebabkan kebebasan bagi tersangka. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penyelidikan awal dan integritas proses hukum. Bagi keluarga korban, keputusan ini adalah sebuah kekalahan besar dalam upaya panjang mereka mencari keadilan. Mereka berharap agar kasus ini bisa ditinjau kembali dan pelaku sebenarnya dapat diadili sesuai hukum yang berlaku​

No comments yet. Start the discussion
TrendingMore